Aku menikmati caraku mencintaimu dalam doa, menikmati setiap
rindu yang mengisi sesak didalam dada. Apapun yang kita jalani sekarang tidak
semata-mata hanya untuk menghabiskan waktu bersama, karena pada akhirnya kita
sadar setiap waktu untuk pertemuan kita akan datang dengan sendirinya. Meskipun
kita terpisah oleh jarak yang terasa angkuh, ini tidak akan membuat kita mudah
jatuh, kita adalah pasangan yang tangguh.
Saat ku rasakan angin malam yang begitu sepi, ku lihat
beberapa pasangan beriringan silih berganti, menghabiskan waktu senggang dengan
kekasih hati. Jujur aku iri tapi aku tidak akan datang merengek kepadamu untuk
hal ini. Setiap kesibukan yang kita jalani bukan alasan untuk bertengkar nanti.
Apapun itu tidak akan membuatku lupa untuk sekdar menyapa, dan memberimu
semangat agar hubungan kita tetap hangat.
Aku cemburu kepada orang-orang yang bertemu denganmu, bercakap sembari menatap matamu. Bahkan kadang aku
terlalu khawatir saat pesanku tak kunjung kamu balas, apapun yang ada
dipikiranku membuatku cemas. Tapi kamu tidak lelah menyakinkan agar aku tidak
perlu takut kamu akan berpaling, yah aku tak seharusnya curiga, bukankah aku
juga tau bahwa kuncinya adalah percaya.
![]() |
| whatever our souls are made of, yours and mine are the same |
Aku merasa sangat bahagia saat kamu menemaniku saat aku
masih terjaga, meskipun seharian kamu lelah bekerja. Tak pernah sekalipun aku
dengar kamu mengeluh, kamu selalu menunjukkan bahwa kamu selalu ada waktu. Suaramu
selalu menenangkanku, ingin rasanya ku hentikan waktu agar bisa lebih lama lagi
menikmati setiap detik bersamamu. Saat tidak kudapati kabarmu, yang aku lakukan
adalah membaca pesan lama kita, mengingat setiap kata yang pernah kamu ucapkan,
dan mulai tersenyum malu membayangkan kita bertemu, duduk disampingmu sembari
menyandarkan kepalaku dibahumu. Ah, aku tidak pernah segila ini saat merasakan
rindu.
Aku bukan wanita yang kuat, aku tidak bisa meyakinkan diriku
jika semua akan baik-baik saja. Aku tidak pandai menyembunyikan resah, aku
merasa gelisah jika suatu saat aku merasa lelah dan menyerah. Aku bukan
satu-satunya wanita yang meminta hatimu, aku tidak percaya diri untuk setiap
hal dihidupku, aku tidak cantik, tidak pandai, dan mungkin aku tidak tau apa
kelebihanku. Tapi aku yakin saat aku memilihmu, akan aku berikan perasaanku
seutuhnya, ku janjikan kepadamu sebuah ketulusan, apakah ini semua cukup untuk
membuatmu tetap bertahan? Apa kamu tidak akan bosan?
Hubungan kita tidak akan mudah, pasti kita akan mendapati
banyak masalah. Aku yakin kamu adalah pria yang sabar, menghadapi setiap sikap
manjaku, keegoisanku, semua sikap dan sifatku yang mungkin akan membuatmu muak.
Ada saat dimana amarah dan pertengkaran
kita tidak dapat dielakkan, terlebih tentang perbedaan pendapat yang memnag
tidak bisa disatukan, aku harap sehebat apapun masalah yang akan menghadang
kita tetap bisa saling menguatkan dan bukan menjadi alasan untuk perpisahan. Bukankah
segalanya bisa dibicarakan?
Terimakasih pria hebatku, untuk setiap waktu yang selalu
kamu sempatkan, untuk setiap senyuman yang selalu kamu lukiskan, untuk setiap
rasa nyaman yang kamu ciptakan. Terimakasih karena tidak memperdulikan wanita
cantik yang berada didekatmu disaat pria lain berlomba meperebutkannya, tapi
kamu tetap memilih setia. Kamu selalu membuatku merasa beruntung karena Tuhan
memilihmu untuk menemaniku. Melengkapi segala kekuranganku. Bolehkah aku meminta satu hal padamu? Tetaplah
bersamaku, sampai aku tidak bisa lagi mendengar detak jantungmu, tidak bisa
lagi menatap matamu, tidak bisa lagi mencium aroma tubuhmu, tidak bisa lagi
menggenggam tanganmu, dan tidak bisa lagi mengungkapkan betapa dalam
perasaanku.
Yogyakarta, 15 Oktober 2018

