Follow Me @suhitaarum

Senin, 15 Oktober 2018

Can You Hold Me, Please??

10.47 0 Comments
Aku menikmati caraku mencintaimu dalam doa, menikmati setiap rindu yang mengisi sesak didalam dada. Apapun yang kita jalani sekarang tidak semata-mata hanya untuk menghabiskan waktu bersama, karena pada akhirnya kita sadar setiap waktu untuk pertemuan kita akan datang dengan sendirinya. Meskipun kita terpisah oleh jarak yang terasa angkuh, ini tidak akan membuat kita mudah jatuh, kita adalah pasangan yang tangguh.
Saat ku rasakan angin malam yang begitu sepi, ku lihat beberapa pasangan beriringan silih berganti, menghabiskan waktu senggang dengan kekasih hati. Jujur aku iri tapi aku tidak akan datang merengek kepadamu untuk hal ini. Setiap kesibukan yang kita jalani bukan alasan untuk bertengkar nanti. Apapun itu tidak akan membuatku lupa untuk sekdar menyapa, dan memberimu semangat agar hubungan kita tetap hangat.
Aku cemburu kepada orang-orang yang bertemu denganmu, bercakap  sembari menatap matamu. Bahkan kadang aku terlalu khawatir saat pesanku tak kunjung kamu balas, apapun yang ada dipikiranku membuatku cemas. Tapi kamu tidak lelah menyakinkan agar aku tidak perlu takut kamu akan berpaling, yah aku tak seharusnya curiga, bukankah aku juga tau bahwa kuncinya adalah percaya.
whatever our souls are made of, yours and mine are the same
Aku merasa sangat bahagia saat kamu menemaniku saat aku masih terjaga, meskipun seharian kamu lelah bekerja. Tak pernah sekalipun aku dengar kamu mengeluh, kamu selalu menunjukkan bahwa kamu selalu ada waktu. Suaramu selalu menenangkanku, ingin rasanya ku hentikan waktu agar bisa lebih lama lagi menikmati setiap detik bersamamu. Saat tidak kudapati kabarmu, yang aku lakukan adalah membaca pesan lama kita, mengingat setiap kata yang pernah kamu ucapkan, dan mulai tersenyum malu membayangkan kita bertemu, duduk disampingmu sembari menyandarkan kepalaku dibahumu. Ah, aku tidak pernah segila ini saat merasakan rindu.
Aku bukan wanita yang kuat, aku tidak bisa meyakinkan diriku jika semua akan baik-baik saja. Aku tidak pandai menyembunyikan resah, aku merasa gelisah jika suatu saat aku merasa lelah dan menyerah. Aku bukan satu-satunya wanita yang meminta hatimu, aku tidak percaya diri untuk setiap hal dihidupku, aku tidak cantik, tidak pandai, dan mungkin aku tidak tau apa kelebihanku. Tapi aku yakin saat aku memilihmu, akan aku berikan perasaanku seutuhnya, ku janjikan kepadamu sebuah ketulusan, apakah ini semua cukup untuk membuatmu tetap bertahan? Apa kamu tidak akan bosan?
Hubungan kita tidak akan mudah, pasti kita akan mendapati banyak masalah. Aku yakin kamu adalah pria yang sabar, menghadapi setiap sikap manjaku, keegoisanku, semua sikap dan sifatku yang mungkin akan membuatmu muak.  Ada saat dimana amarah dan pertengkaran kita tidak dapat dielakkan, terlebih tentang perbedaan pendapat yang memnag tidak bisa disatukan, aku harap sehebat apapun masalah yang akan menghadang kita tetap bisa saling menguatkan dan bukan menjadi alasan untuk perpisahan. Bukankah segalanya bisa dibicarakan?
Terimakasih pria hebatku, untuk setiap waktu yang selalu kamu sempatkan, untuk setiap senyuman yang selalu kamu lukiskan, untuk setiap rasa nyaman yang kamu ciptakan. Terimakasih karena tidak memperdulikan wanita cantik yang berada didekatmu disaat pria lain berlomba meperebutkannya, tapi kamu tetap memilih setia. Kamu selalu membuatku merasa beruntung karena Tuhan memilihmu untuk menemaniku. Melengkapi segala kekuranganku.  Bolehkah aku meminta satu hal padamu? Tetaplah bersamaku, sampai aku tidak bisa lagi mendengar detak jantungmu, tidak bisa lagi menatap matamu, tidak bisa lagi mencium aroma tubuhmu, tidak bisa lagi menggenggam tanganmu, dan tidak bisa lagi mengungkapkan betapa dalam perasaanku.

Yogyakarta, 15 Oktober 2018

Sabtu, 06 Oktober 2018

Kita Adalah Rasa Yang Tepat Diwaktu Yang Salah

11.22 0 Comments
Kamu tau ada banyak hal yang aku percaya didunia ini seperti kelahiran, kematian, pertemuan, dan perpisahan. Setiap orang yang lahir akan mati, yang bertemu akan berpisah entah kapan. Seperti kita.. Kamu terlahir didunia, membawa bahagia untuk banyak orang, sampai akhirnya kamu berikan sepotong kebahagiaan itu untuk aku nikmati juga. Aku tidak begitu mengerti dengan sikapmu, apakah kamu memang memilihku, atau semua yang aku rasakan ini hanya semu? Aku mencoba membatasi diri, agar tidak terlalu jatuh saat kamu mencoba menjauh, tapi hatiku sudah luluh sehingga apapun yang kamu katakan aku menjadi patuh.

The greatest sadness is falling in love with the right person at the wrong time.
Saat mereka berkata "jodoh tidak akan kemana", aku bahkan tidak berani membayangkan kamu jodohku di masa depan. Semua perlu usaha, apalagi soal cinta, hubungan antar manusia tidak sesederhana kata-kata mutiara. Banyak hal pahit yang menyebabkan hati kita tergores dan merasakan sakit. Aku yakin kamu pasti mengerti, sikapmu telah membuat hati ini hidup kembali. Saat aku jatuh terluka, kamu datang mengobatinya. Sikapmu membuatku jatuh cinta..

Kehadiranmu begitu menyegarkan, seperti embun pagi di ujung dedaunan, seperti air ditengah panasnya keadaan. Apakah aku terlalu berlebihan merasakan dirimu? Apakah aku terlalu dalam masuk dalam kehidupanmu? Apakah aku terlalu mengganggu hari-harimu? Apakah aku harus mengalah karena cinta ini datang di waktu yang salah?

Aku berpikir kamu orang yang tepat, namun cinta ini datang terlalu cepat. Inikah yang orang katakan bahwa kebahagian dan kesedihan  selalu berjalan berdampingan? 

Apapun itu, jika memang kamu merasakan hal yang sama, semoga kita dipertemukan untuk saling menjaga perasaan yang ada saat kita yakin perasaan ini adalah nyata.

Yogyakarta, 6 Oktober 2018