Kamu tahu kenapa aku mulai menyukai pantai selepas
kepergianmu? Ya, pantai selalu mengingatkanku padamu. Saat aku ingin
membencinya karna kepergianmu, aku semakin terbayang kenangan kita disiang itu.
Panas matahari yang menyengat kulit, tak pernah menyurutkan senyummu, apakah
kamu bahagia melihat pantai atau kamu bahagia karena bersamaku? Entahlah, tapi
saat itu aku berharap, kemanapun kita pergi kamu akan selalu memberiku senyuman
itu.
![]() |
| Dan aku masih ingin merasakanmu bersamaan dengan ombak itu. |
Kini kamu tak dapat ku rasakan lagi, aku kembali ke pantai
dan berjalan menyusurinya sendiri. Sejenak aku berhenti, menunggu ombak datang
menyambut langkah kaki. Ah, ombak ini sangat mirip denganmu. Dia datang sesuka
hati, dan pergi tanpa permisi. Bodohnya, aku selalu menantikan ombak itu datang
lagi, walaupun akhirnya dia akan kembali pergi. Sangat mirip, rasa yang ombak itu beri tidak mudah hilang seperti rasa
ini, pemandangan yang indah ini menjadi satu dengan kenangan yang kita ukir
dulu, meskipun aku sekarang menikmatinya sendiri. Aku tidak pernah beranggapan
ombak itu jahat, karena hanya datang untuk membuatku merasakan keberadaannya,
karena aku yakin ombak itu tidak berniat menyakiti.
Aku masih berdiri, menunggunya datang kembali, namun ku
lihat semakin jauh jarak antara kami, aku ingin melangkah maju dan mengejarnya,
tapi entah mengapa aku tidak punya keberanian. Aku takut tiba-tiba ombak
membesar, dan menenggelamkanku dalam-dalam. Kepergiannya membuatku sadar dimana
batasanku sekarang, ya cukup disini. Aku akan tetap disini menunggumu untuk
kembali.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar