Follow Me @suhitaarum

Minggu, 23 September 2018

Antara Kamu, Aku, dan Ombak di Hari Itu


Kamu tahu kenapa aku mulai menyukai pantai selepas kepergianmu? Ya, pantai selalu mengingatkanku padamu. Saat aku ingin membencinya karna kepergianmu, aku semakin terbayang kenangan kita disiang itu. Panas matahari yang menyengat kulit, tak pernah menyurutkan senyummu, apakah kamu bahagia melihat pantai atau kamu bahagia karena bersamaku? Entahlah, tapi saat itu aku berharap, kemanapun kita pergi kamu akan selalu memberiku senyuman itu.

Dan aku masih ingin merasakanmu bersamaan dengan ombak itu.
Kini kamu tak dapat ku rasakan lagi, aku kembali ke pantai dan berjalan menyusurinya sendiri. Sejenak aku berhenti, menunggu ombak datang menyambut langkah kaki. Ah, ombak ini sangat mirip denganmu. Dia datang sesuka hati, dan pergi tanpa permisi. Bodohnya, aku selalu menantikan ombak itu datang lagi, walaupun akhirnya dia akan kembali pergi. Sangat mirip, rasa yang ombak itu beri tidak mudah hilang seperti rasa ini, pemandangan yang indah ini menjadi satu dengan kenangan yang kita ukir dulu, meskipun aku sekarang menikmatinya sendiri. Aku tidak pernah beranggapan ombak itu jahat, karena hanya datang untuk membuatku merasakan keberadaannya, karena aku yakin ombak itu tidak berniat menyakiti. 

Aku masih berdiri, menunggunya datang kembali, namun ku lihat semakin jauh jarak antara kami, aku ingin melangkah maju dan mengejarnya, tapi entah mengapa aku tidak punya keberanian. Aku takut tiba-tiba ombak membesar, dan menenggelamkanku dalam-dalam. Kepergiannya membuatku sadar dimana batasanku sekarang, ya cukup disini. Aku akan tetap disini menunggumu untuk kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar